Posted by : Septian Cahyo Putro Selasa, 03 Mei 2016


Universitas Indonesia adalah salah satu kampus bergengsi di Indonesia, jadi tidak heran jika peserta SIMAK (Seleksi Masuk) UI mencapai ribuan sampai ujiannya harus dibuat menjadi beberapa gelombang. Setiap tahun peserta SIMAK UI terus bertambah, berdatangan dari seantero Indonesia. Ya, memang SIMAK menjadi salah satu jalur untuk masuk UI dan saya pun mengikutinya untuk melanjutkan studi pascasarjana. Mungkin perlu juga diinfokan bahwa untuk memasuki program pascasarjana UI satu-satunya jalur yang bisa ditempuh adalah mengikuti SIMAK UI (tolong koreksi jika salah).

Saya memilih mengikuti UI untuk melanjutkan studi saya bukan karena faktor nama besar UI. Saya sebenarnya lebih tertarik ke UPI, namun rekan saya mendorong saya untuk masuk UI dan ortu pun demikian. Akhirnya saya memutuskan ikut SIMAK UI tahun 2015. Biaya pendaftaran SIMAK UI tahun itu sebesar Rp700.000,00. Lumayan besar juga bukan? Jadi, ya wajar apabila semua peserta ujian mengikuti ujian ini dengan sangat serius (Namanya juga ujian, ya pasti seriuslah! Haha).

Keseriusan ini benar-benar saya rasakan semenjak awal kedatangan di lokasi ujian. Waktu itu saya mendapat tempat ujian di FISIP UI. Mulai gerbang masuk utama UI sampai saya tiba di FISIP cukup banyak pedagang yang menjual pensil 2B, penghapus, papan jalan, jadi tidak perlu khawatir jika Anda lupa membawanya. Tapi sebaiknya Anda siapkan dari rumah sih. Suasana hening mulai terasa ketika saya memasuki kawasan gedung FISIP, semua orang seolah akan menghadapi eksekusi kematiannya (oke ini berlebihan). Ya intinya, meskipun hari itu sangat ramai manusia, tapi saya jarang sekali melihat interaksi terjadi di antara mereka. Saking ramainya manusia, kami perlu mengantri untuk ke toilet. Antrian ini mengular karena pengawas ujian tidak membolehkan peserta keluar ruangan selama ujian, apapun yang terjadi, bahkan jika gempa atau tsunami sekalipun, hahahaha.

Ujian dimulai pukul 08.00 WIB, namun peserta harus berada di ruangan pukul 07.30 WIB untuk memeriksa kelengkapan ujian (terutama kartu ujian). Semua tas dikumpulkan di depan ruangan. HP, jam tangan, dompet, tempat pensil, semua harus disimpan dalam tas. Tepat di belakang saya ketika memulai ujian ada seorang ibu yang protes karena kursinya miring, tapi pengawas hanya menjawab bahwa tidak ada kursi lagi di ruangan ini dan lagi pula kursi itu sudah ditempeli nomor ujian. Untuk menghindari masalah teknis macam ini, saya sarankan Anda banyak berdoa kepada Allah Swt, karena jangankan cuma masalah kursi, masalah lain yang lebih besar pun bisa menimpa kita jika Allah berkehendak, percayalah. Dekati Allah, rayu Dia.

Ujian terbagi atas dua sesi, yaitu sesi TPA (Tes Potensi Akademik) dan bahasa Inggris. Antara kedua sesi di sela waktu istirahat 30 menit. Pada ujian TPA setiap bagian soal dibatasi waktu tertentu oleh pengawas. Misalnya, dalam matdas 30 menit setelah itu baru boleh lanjut ke bagian selanjutnya dan tidak boleh membuka bagian sebelumnya (kalaupun boleh saya pikir tidak akan sempat karena waktu yang diberikan sangat terbatas).

Waktu mengikuti ujian TPA saya benar-benar kewalahan menghadapi soal matematika serta logika. Maklumlah saya orang bahasa. Apalagi saya sama sekali tidak membaca petunjuk mengerjakan, sehingga saya tidak tahu kalau ujian tersebut menggunakan sistem pinalti. Artinya, jawaban yang salah akan bernilai -1. Saya baru mengetahui ini beberapa hari setelah SIMAK dari seorang teman. Wah, langsung setelah itu saya hanya bisa pasrah, karena hampir 80% soal matematika dan logika saya isi dengan “ngasal.”

Ujian TPA selesai, kami semua istirahat. Ada yang makan, mengobrol, salat Dhuha, atau sekadar “bengong” memikirkan betapa sulitnya ujian tersebut. Saya memilih merayu Allah dengan salat Dhuha, supaya ujian bahasa Inggris nanti dimudahkan olehNya. Begitu melihat soal bahasa Inggris, wah, rasanya saya ingin berteriak saja. Soalnya luar biasa. Lebih dari 50% soal berupa pertanyaan mengenai wacana yang diberikan. Wacananya pun kompleks dan topiknya spesifik pada bidang tertentu. Tapi untunglah tidak ada sistem pinalti dalam ujian ini. Jadi, ya Anda bisa tebak, saya yang hanya lulusan bahasa Indonesia dengan nilai TOEFL Preparation test 477 tentu lebih banyak menghitamkan jawaban dengan merdeka. Hehehe.

Alhamdulillah SIMAK berhasil saya lalui dan hasilnya saya pasrahkan kepadaNya. Kalau diterima berarti Allah kasih saya kesempatan untuk belajar di UI, kalau tidak diterima ya berarti UI memang bukan jalan saya. Itu saja yang ada dipikiran saya. Dan beberapa minggu kemudian datanglah pengumuman mengejutkan itu, Selamat Anda Lulus! Wah, saya benar-benar tidak percaya akan hal ini. Entahlah, bahkan sampai tulisan ini saya tulis, saya masih tidak percaya kalau saya lulus tes SIMAK UI. Karena saking sulitnya soal waktu itu, sampai dosen saya yang S2 dan S3 di UI berkata, “Itu yang bikin soal orang gila kayaknya!” Hahaha.

Ada satu hal yang ingin saya bagi kepada Anda. Saya waktu itu memilih jurusan Linguistik dan seorang teman saya memilih jurusan Fisika. Teman saya mengakui kalau ia kepayahan dalam menjawab soal-soal TPA kebahasaan, sementara saya kepayahan dalam soal TPA Matematika. Namun, kami berdua lulus tes tersebut, jadi saya menduga bahwa jika ingin mengambil satu jurusan tertentu maka fokuslah pada soal-soal TPA yang sesuai dengan jurusan tersebut. Banyaklah latihan variasi soal-soal TPA secara rutin dan belajarlah dari kesalahan. Kemudian perbanyak juga membaca wacana-wacana bahasa Inggris agar kemampuan kita memahami wacana kian baik. Dan terakhir, ingatlah pada Allah Swt.

Dia Yang Maha Berkendak, Dia tahu yang terbaik untuk kita. Perbaiki doa kita, “Ya Allah jika memang kampus ini adalah jalan terbaik bagi kemajuan hamba maka mudahkanlah hamba untuk memasukinya, namun jika bukan lapangkan hati hamba berikan hamba jalan yang lebih baik. Sungguh hamba yakin, Engkau selalu menghendaki yang terbaik bagi hambaNya.” Aamiin.


Sekian tulisan kali ini, semoga menjadi inspirasi. J

{ 16 komentar... read them below or Comment }

  1. informasi menarik
    tips lolos simak ui sekarang
    terima kasih infonya

    BalasHapus
  2. menginspirasi sekali ka, mksh jg info y.

    BalasHapus
  3. terimakakasih,,, n mohon doa'a.a besok tanggal 12 mauk simak ui ne

    BalasHapus
  4. Terimakasih kak udah sharing!
    Deg-degan banget sampe mau nangis hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. sama sama. Semoga lancar yaa.. santai aja.

      Hapus
  5. terima kasih cerita nya. memang harus percaya sepenuhnya dengan rencana yang Allah susun untuk kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama.. Betul yakin setelah berusaha sepenuhnya.

      Hapus
  6. Selamat malam....
    Senang sekali rasanya, bisa baca blog ini. Apalagi magister linguistik.... Kak kalau boleh tau ambil magister linguistik konsentrasi apa kak kalau... rencana saya juga ingin mengambil magister linguistik di UI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam. Alhamdulillah. semoga bermanfaat. Saya ambil linguistik edukasional.

      Hapus
  7. Excellent post !!!. The strategy you have posted on this technology helped me get into
    the next level and had lot of information in it.
    Best Training From India institute

    Oracle BPM Training From India

    BalasHapus
  8. Thank you for every other great post. The place else may just anyone get that type of info in such a perfect way of writing? I ave a presentation next week, and I am at the look for such info.
    Splunk Training From India

    BalasHapus
  9. This is really interesting, You are a very skilled blogger. I have joined your feed and look forward to seeking more of your wonderful post. Also, I have shared your site in my social networks!
    sap abap training classes

    BalasHapus
  10. Greetings! Very helpful advice within this article! It’s the little changes that produce the biggest changes. Thanks for sharing!
    aws training institute

    azure online training

    azure training institute

    BalasHapus

- Copyright © Halaman Tian - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -